Dunia keuangan mengenang 16 September 1992 sebagai hari ketika Inggris keluar dari European Exchange Rate Mechanism (ERM). Di tengah gelombang spekulasi besar terhadap pound sterling, nama investor kelahiran Hungaria, George Soros, muncul sebagai tokoh paling terkenal.

Black Wednesday

Melalui Quantum Fund, Soros mengambil posisi jual terhadap pound sterling—bukan menjual euro dalam bentuk pound, sebab euro belum diluncurkan pada 1992. Berbagai laporan menyebut posisi tersebut bernilai sekitar US$10 miliar dan menghasilkan keuntungan sekitar US$1 miliar. Tekanan pasar yang luas akhirnya membuat pemerintah Inggris menangguhkan keanggotaannya dalam ERM.

Peristiwa itu melahirkan julukan populer “pria yang mematahkan Bank of England”. Namun, Black Wednesday bukanlah operasi seorang diri: keputusan kebijakan, kondisi ekonomi Inggris, mekanisme ERM, dan aktivitas banyak pelaku pasar turut menentukan hasil akhirnya.

Dari investor menjadi filantropis

Soros memulai kegiatan filantropinya pada 1979 dengan mendukung beasiswa bagi mahasiswa kulit hitam Afrika Selatan pada masa apartheid. Jaringan yang kemudian berkembang menjadi Open Society Foundations (OSF) bekerja pada isu hak asasi manusia, keadilan, pendidikan, kebebasan berekspresi, transparansi, dan pemerintahan yang akuntabel.

Menurut OSF, Soros telah memberikan lebih dari US$32 miliar kepada jaringan yayasan tersebut. Di Eropa Tengah dan Timur, kegiatannya mencakup dukungan bagi masyarakat sipil dan akses informasi selama serta setelah era pemerintahan komunis.

Pujian, kritik, dan pengaruh politik

Bagi pendukungnya, pengalaman Soros sebagai seorang Yahudi yang selamat dari pendudukan Nazi di Hungaria menjelaskan komitmennya terhadap masyarakat terbuka dan perlindungan kelompok rentan. Bagi para pengkritiknya, pendanaan OSF kepada organisasi advokasi dan masyarakat sipil merupakan bentuk pengaruh politik swasta yang patut diawasi.

Kritik terhadap kekuasaan dan transparansi donor adalah bagian sah dari kepentingan publik. Tetapi kritik tersebut perlu dibedakan dari tuduhan bahwa Soros secara rahasia mengendalikan setiap gejolak politik atau ekonomi dunia. Klaim “puppet master” semacam itu tidak boleh diperlakukan sebagai fakta tanpa bukti spesifik dan terverifikasi; sebagian narasi tentang Soros juga telah bercampur dengan stereotip antisemit.

Pertanyaan yang layak diteliti

Pertanyaan utamanya bukan apakah Soros sepenuhnya “malaikat” atau “iblis”. Pertanyaan yang lebih berguna adalah: organisasi mana yang menerima dana, berapa nilainya, untuk program apa, bagaimana tata kelola dan pelaporannya, serta apa dampak yang dapat dibuktikan?

WhoRunsIt akan melanjutkan penelusuran ini dengan memisahkan fakta, analisis, kritik, dan tuduhan—serta menghubungkan setiap klaim material dengan sumber yang dapat diperiksa.

Sumber dan bacaan lanjutan

  1. Bank of England — UK monetary regimes and macroeconomic stylised facts
  2. Open Society Foundations — Who We Are
  3. Open Society Foundations — George Soros
Bersambung.........

Source

https://www.opensocietyfoundations.org/george-soros